Rabu, 13 Juli 2022

BELAJAR KOK MERDEKA

Munculnya Kurikulum Merdeka yang digagas mas menteri Nadim Makarim menyentak sebagian lamunan. Lamunan panjang akan format pendidikan bangsa ini. Format Pendidikan yang terasa abstrak, rapuh dan tanpa arah. Mengapa ? Fenomena ganti menteri ganti kurikulum telah mentradisi dalam birokrasi kementerian Pendidikan kita.Tidaklah masuk dalam kategori pejabat yang kreatif, inovatif, dan "bekerja", bila tidak ada bagian dari semua aspek kependidikanan negeri ini yang dirubah. Bahkan hanya sekedar mengganti istilah, yang penting sudah kelihatan kreatif, inovatif dan "kerjanya". Mungkin juga hanya sekedar mengadopsi model pendidikan yang dianggap maju dan berhasil di suatu negara. Atau mencoba berusaha mendigitalisasi semua perangkat pendidikan sehingga terkesan modern dan sesuai zamannya. Semua upaya yang dilakukan oleh para menteri pendidikan yang telah menjabat dari mulai Indonesia berdiri sampai sekarang ini, dengan beragam ide kreatif dan inovasi yang dilakukannya, hanya sebatas kulit luarnya saja. Belum menyentuh bagian terdalam, core of the core, intinya inti ...kata pak Ndul, esensi pendidikan bagi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. Yang pasti setiap kebijakan dalam bentuk perubahan kurikulum oleh para menteri pendidikan sampai dengan sekarang ini semoga mnerupakan bentuk ikhtiar mencari satu bentuk pendidikan khas Indonesia yang selaras dengan perkembangan zaman. Keselarasan pendidikan dengan perkembangan zaman telah jauh hari digaungkan oleh Islam. Lewat jargon "DIDIKLAH GENERASI MUDA ISLAM SESUAI DENGAN ZAMANNYA". Lanjut besuk lagi ya ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar