Ketika kita coba melihat berbagai karakter, sifat, perilaku dan realitas kehidupan para guru, dengan mencoba berkelakar dengan profesi seorang guru yang selama ini dilakoni oleh sebagian penduduk dunia ini, Kepala Sekretariat dan Departemen Pengembangan SDM Yayasan Al Hikmah Surabaya, ustaz Mohammad Zahri, M.Pd.,mencoba mengklasifikasikannya dalam 4 kelompok:
1.Kelompok Guru Lahir
Saya katakan sebagai guru lahir sebab semenjak janin masih dalam kandungan sang ibu, dan ketika ruh ditiupkan dalam jasadnya, embrio/janin tersebut langsung bercita-cita menjadi seorang guru. Bahkan ketika janin itu lahir, langsung menangis sambil meneriakkan lagu PAHLAWAN TANPA TANDA JASA dan terus menerus nyerocos menerangkan materi pelajaran dengan sesekali mengatakan SUDAH FAHAM ANAK-ANAK? Inilah guru kita guru lahir.
2.Guru Ajar
Yaitu seseorang yang bercita-cita menjadi guru sejak kecil.Sejak duduk di bangku SD sudah sering berlagak layaknya seorang guru. Ketika bel tanda waktu istirahat dibunyikan, cepat-cepat dia maju di depan kelas dan dengan suara cedal(pelo, bhs. jawanya)-nya mencoba menjelaskan pada teman-teman sekelasnya sebagaimana gaya gurunya yang tadi telah mengajarnya. Setiap ditanya apa cita-citanya, pasti dengan lantang dijawabnya, GURU ! GURU begitu katanya sampai waktu sekolah tingkat atas diselesaikannya. Setelah itu dengan kemantapan hati, tiada keraguan secuilpun dia mendaftar ke Perguruan Tinggi Fakultas Pendidikan Jurusan Pendidikan .....(Pencetak Guru). Setelah lulus,tidak tengok kanan kiri alias daftar di PT/CV Perusahaan, akan tetapi langsung mendaftar di lembaga pendidikan. Jadi Umar Bakre, siap hidup biasa-biasa saja, tidak tergoda oleh kemewahan duniawi.
3.Guru Bayar
Seorang guru yang menghitung semua pekerjaan yang ditanganinya, mengajar , membuat Rencana Pembelajaran, membuat soal Ulangan Harian, mengantar siswa yang sedang sakit ke Puskesmas, mengikuti pelatihan, membimbing siswa untuk mengikuti lomba dll. dengan berapa bayarannya? Kalau bayarnnya ada, cucuk atau sesuai dengan keringat yang dikeluarkannya apalagi bayarannya gede, ya siap, oke dan ayo sampai masuk lobang tikuspun tidak keberatan. Tapi kalau tidak ada bayarannya, ya nanti dulu...TAK ADA WAKTU MIKIRIN ITU. Hal ini bertolak belakang dengan kalau ada pengumuman dapat uang insentif, masya Allah datangnya pasti tepat waktu, kuatir kalau tidak kebagian jatah. Bahkan meninggalkan tugas mengajarpun dengan enteng dilakukannya.Masya Allah.
4.Guru Kurang Ajar
Seseorang yang tidak pernah secuilpun terbersit dalam benaknya untuk bercita-cita menjadi guru, dengar profesi guru saja alergi,seorang guru baginya adalah orang yang lugu, culun, tidak modern, miskin, kuno dan usanglah. Dokter, jaksa, pengusaha, karyawan BUMN, pegawai kantoran, menejer di sebuah perusahaan itulah profesi yang keren. Tetapi apa daya, setelah berjuang mati-matian dengan berbagai jurus andalan telah dikeluarkannya tidak ada satupun instansi atau perusahaan yang menerima dia menjadi pegawai/karyawan sesuai ijazah yang dimilikinya.Ya sudahlah akhirnya coba-coba daftar jadi guru.
Kira-kira mayoritas guru di negeri ini masuk kelompok yang mana ya...???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar