Senin, 01 Maret 2010

NIKMAT SEHAT

Banyak orang yang lupa bahwa ada satu kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya. Kenikmatan ini baru dirasakannya alias terasa kenikmatannya bila kenikmatan itu diambil oleh Allah. Selama kenikmatan itu tidsak pernah diambil oleh Allah, orang tersebut tidak pernah merasa kalau dia diberi oleh Allah kenikmatan tersebut. Kenikmatan itu namanya " SEHAT ".
Orang yang dalam kondisi sehat terus tidak pernah merasakan sakit akan lupa bahwa ada kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya. Karena tidak merasa diberi sesuatu, maka orang tersebut tidak juga berusaha berterimakasih ataupun bersyukur. Karena berterima kasih ataupun bersyukur selalu dikaitkan dengan apa yang secara kasat mata diperolehnya. Ketika tetangganya memberikan semangkuk kolak pisang, saat itulah dia ucapkan terima kasih. Tetapi pemberian-pemberian dari tetangganya yang tidak kasat mata, seperti sikap tepo seliro, pengertian dllnya seperti tidak membunyikan musik keras-keras disaat tetangganya serdang menunaikan ibadah kepada Tuhannya. Semua itu karena bukan berupa sesuatu yang bisa dilihat dan dipegang serta dirasakannya, maka dianggapnya tidak ada.Begitu juga yang namanya "sehat ". Sehat akan muncul dengan sendirinya dikala orang itu sedang ditimpa suatu penyakit. Badannya yang biasanya fit, prima dan bugar, tiba-tiba terasa loyo, lemes, meriang. Lidahnya yang biasanya merasakan nikmat dan lezatnya sate sapi Pak Kempleng, Lunpia Mataram, Soto Kudus Pak Denuh, Ayam Goreng Nyonya Suharti, Bandeng Presto Pak Kumis, Bikang Ambon Denara Semarang, Pukis Irak Wong Banyumanik, Pecel Lele Lamongan Indah, Serabi Notosuman, Nasi Pecel Madiun, Coto dan Es Pisang Hijau Makasar, eee...lha dalah ...sekarang semua makanan tersebut terasa hambar. Perut kembung, mual-mual. Kepala pusing 7 keliling. Gigi sakit rasanya nyawa akan melayang, dan lain-lainnya. Pokoknya, kondisi badan terasa tidak normal. Semua terasa sakit.
Nah !!! Ketika sakit sedang menghantui seluruh anggota badan, baru terasa kemana yang namanya "sehat" itu. Sehat dicari-cari kesana-kemari dengan berbagai usaha. Ke dokter, tukang pijat, dukun beranak, bidan, mantri, tabib, ahli nujum, suhu, kyai, pendeta, peramal dll. Dengan berbagai obat, ramuan, jampi-jampi, air bening, air mukjizat, kembang telon, kembang setaman, air tujuh sumber, atau dengan memenuhi syarat-syarat tertentu seperti mandi tengah malam, menyembelih kambing kendit, membuang ayam di tengah jembatan dll. Semua itu adalah bagaimana yang namanya sehat itu bisa dinikmatinya kembali.
Masya Allah, ketika seseorang tidak pernah merasa diberi nikmat sehat oleh Allah sehingga dia juga tidak pernah berterimakasaih dan bersyukur atas nikmat sehat tersebut, maka ketika nikmat sehat itu hilang, dia juga tidak perlu memohon kepada Allah untuk mengembalikannya. Dia berusaha mendapatkannya kembali dengan berbagai usaha yang menurut dia benar. Walaupun kadang kala usaha yang dia lakukan termasuk perbuatan syirik alias menyekutukan Allah.
Kita harus menyadari dengan sepenuh hati bahwa ada satu kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada kita, yaitu nikmat sehat. Nikmat sehat itu hak prerogatif Allah. Apakah mau diberikan kepada kita atau tidak diberikan semua terserah Allah.Tidak ada satupun hambaNya yang dapat memaksa Allah untuk terus-menerus memberikan nikmat sehat itu kepada dirinya. Untuk itu, sebagai hamba Allah yang saleh sudah semestinya bila kita berusaha menjaga kesehatan badan dan jiwa kita. Akan tetapi bila sewaktu-waktu nikmat sehat itu sedang diambil oleh Allah dari kita, maka kita harus ikhlas dan ridlo. Dengan tetap berusaha mohon kepada Allah untuk mengembalikannya kepada kita.
Semoga kita termasuk hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmat, terutama nikmat sehat jasmani dan ruhani. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar