Uh ...setiap orang pasti pernah mengalami kondisi jiwa ataupun raga yang tidak nyaman. Kondisi ini biasanya dikatakan sebagai "sakit". Makanya sakit bisa dikategorikan dalam dua jenis, sakit raga (anggota badan) dan sakit jiwa (akal, perasaan). Sakit raga bisa saja tidak nampak langsung, seperti perut mual, kepala pusing, gigi cenat-cenut. Ataupun sakit raga yang nampak, seperti tangan terluka mengeluarkan darah kena sabetan pedang, gusi bengkak, mata merah, hidung mengeluarkan lendir dll. Semua itu kondisi di mana manusia merasakan yang namanya sakit. Di mana seluruh badan terasa tidak nyaman. Ketidak nyamanan badan bisa saja berdampak pada ketidaknyamanan jiwa. Ketika badan kita sakit, maka fungsi otak dan perasaaan kita juga terkendala.
Ih ...sakit, pasti setiap orang tidak menginginkannya. Tidak ada orang yang meminta-minta agar dirinya sakit. Sebab sakit berlawanan dengan kodrati manusia yang selalu ingin dalam kondisi nyaman. Kenyamanan adalah puncak tertinggi dari apa yang selalu manusia cari. Mereka bekerja siang malam, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar nyaman hidupnya. Bisa beli apa saja yang diinginkannya. Ingin makan makanan yang mahal terpenuhi. Mau berpakaian ala selebriti tanah air, terealisir. Ingin tidur di kasur busa yang super empuk di hotel-hotel berbintang lima, bisa. Bisa pergi kemana saja yang ditujunya.Tidak perlu repot-repot naik angkot yang pengap, panas dan bau keringat penumpang lain. Sebab, mau kemanapun baik lewat darat, laut maupun udara kenyamanan tetap dinikmatinya. Lewat darat dengan mobil volvo keluaran terkini yang berfasilitas lengkap, sopir pribadi yang berpengalaman, halus mesinnya hingga tak terasa getaran akibat jalan yang bergelombang. Berpendingin AC double blower yang sejuk, hingga sepanjang jalan dilalui sambil tidur lelap dan tiba-tiba sampai.
Lewat udara dengan pesawat terbang yang supercanggih, penuh fasilitas. Begitu juga lewat lautpun dengan kapal laut pesiar antar benua yang walah-walah full fasilitas yang menawarkan kenyamanan yang ruarrrr biaza. Nah.. mau apa lagi??? Nikmat bukan??
Ah.... semua itu sebuah keniscayaan. Setiap orang sakit dan setiap orang tidak ingin sakit. Antara realitas yang pasti suatu saat menimpa diri manusia dengan keinginan untuk tidak tertimpa sakit. Boleh saja kita tidak mau tertimpa sakit, akan tetapi sakit adalah sebuah rahmat dari Sang Khaliq. Karena dengan sakit dosa kita akan dikurangi. Dengan sakit seharusnya bisa memberikan pencerahan bagi kita bahwa kenyamanan yang kita kejar-kejar dengan setumpuk harta kita kadang memang harus kita relakan tercerabut dari diri. Dengan kesadaran itu akan memunculkan sikap rela, ridho akan penyakit yang sedang menimpa diri ini. Dengan ridho maka memunculkan sikap syukur atas apa saja yang sedang ditimpakan Allah kepada kita. Syukur atas ketidaknyamanan yang ditimpakan kepada diri kita adalah sebaik-baik syukur. Sebab syukur atas nikmat--kelebihan, kesejahteraan, adalah hal yang biasa. Tetapi syukur atas musibah adalah seagung dan setinggi-tingginya SYUKUR.
Alhamdulillah.
Kenapa anda tahu bahwasanya itu "sakit"? Pasti anda pernah merasakan "senang". Jadi bersyukurlah anda sakit,karena anda akan mendapatkan kesenangan. Jadikanlah sakit sebagai pemicu untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
BalasHapus