Salah satu film kartun yang sampai dengan sekarang masih terus dapat apresiasi dari anak-anak adalah film kartun Spongebob Squarepant. Film kartun ini menjadi salah satu tontonan wajib bagi mereka. Dari kekocakan, kekonyolan dan keluguan tokoh Bob yang bentuk badannya berupa spon kuning bercelana kotak, yang pasti telah menguras habis minat mereka untuk terus menontonnya.
Film kartun Spongebob Squarepant bercerita tentang seorang bocah bernama Bob yang memiliki jiwa sosial yang sangat besar terhadap rekan-rekannya. Gambaran diri Bob sesuai dengan spon yang sangat banyak manfaatnya. Salah satu manfaatnya yaitu untuk mengeringkan sesuatu yang basah terkena cairan. Kemampuan mengeringkan yang dimilikinya si Bob karena dirinya terbuat dari bahan yang berdaya serap. Dari sisi daya serap si Bob inilah, penulis terinspirasi mencoba menjadikannya sebagai sumber ide pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru..
Kita tahu bahwa dalam setiap pembelajaran terbagi atas dua aktivitas, yaitu belajar dan mengajar. Aktifitas belajar dan mengajar adalah dua aktifitas yang berbeda.. Belajar adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam menerima, memahami materi dari guru. Sedangkan mengajar adalah aktivitas yang dilakukan oleh guru untuk mentransfer, menuangkan, memberikan, menyampaikan materi kepada siswanya.
Aktifitas belajar siswa berupa menyerap ilmu bagaikan si Bob si spon menyerap air. Seberapa banyak si Bob itu dapat menyerap air, tergantung seberapa kuat daya serap yang dimiliki oleh spon tersebut. Daya serap spon tergantung dari bahan dasar pembuat spon. Setiap spon memiliki kualitas dan daya serap yang berbeda-beda. Ada yang berdaya serap sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Begitu juga dengan daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan guru dalam sebuah pembelajaran.
Aktivitas belajar siswa berbanding lurus dengan daya serap hasil belajarnya. Bila aktivitas belajar siswa disusun dan direalisasikan guru match dengan modalitas dan gaya belajar siswa, maka sangat optimal sekali hasil belajar yang diperolehnya. Sebaliknya, bila bagian terbesar dari aktivitas belajar siswa berupa tumpukan orasi pemberitahuan layaknya iklan tanpa makna, maka bagaimana mungkin siswa dapat menyerapnya secara optimal. Sebab yang terjadi adalah kebosanan, keengganan dan kadang kemuakan atas apa yang semestinya mereka "belajar" terhadapnya.
Kualitas mengajar guru sangat ditentukan oleh besaran daya serap siswa terhadap materi pelajaran. Semakin besar daya serap siswa menunjukkan semakin berkualitasnya sebuah pembelajaran. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah daya serap siswa menunjukkan rendahnya kualitas pembelajaran. Bagaimana caranya agar pembelajaran berkualitas bagaikan spon berdaya serap tinggi ?
Untuk menciptakan sebuah pembelajaran yang berkualitas, ada beberapa hal yang harus dilakukan :
1. Mempersiapkan Rencana Pembelajaran (RP)
Setiap pembelajaran harus dibuatkan perencanaan. Tanpa perencanaan maka pembelajaran tidak mempunyai arah yang jelas. Dengan perencanaan, guru mempunyai ruang yang sangat luas menuangkan ide-ide kreatifnya menyusun Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM).
2. Melakukan Pengelolaan Pembelajaran
Pembelajaran dikelola dengan memperhatikan terpenuhinya unsur-unsur dalam PAIKEM. Dimana aktifitas siswa dan tempat pembelajaran disesuaikan dengan strategi, pendekatan atau metode pembelajaran. Juga lebih banyak mempergunakan beragam alat peraga untuk membantu penyampaian materi kepada siswa.
3. Melakukan Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran
Penilaian dan Evaluasi dilakukan untuk memenuhi tuntutan indikator dan mengetahui keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan.
4. Melaksanakan Feed Back
Bahan untuk melakukan Feed Back bisa berasal dari penilaian pribadi guru, masukan siswa, teman guru atau dari hasil observasi/supervisi kepala sekolah.
Empat hal di atas bila dilakukan oleh para guru, memungkinkan terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang berkualitas sangat bermakna bagi para siswa. Dimana ketika guru masuk ke kelas untuk mengajar, siswa benar-benar belajar. Berikan mereka pembelajaran yang bermakna, bagaikan spon kering berkualitas yang berdaya serap tinggi. Selamat mencoba, Bob ! E..pak dan bu !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar